Penanganan Penyakit yang Ditimbulkan dari Berbagai jenis cacing

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Penyakit cacing merupakan penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia, Penyakit ini dapat diakibatkan oleh parasit cacing yang hidup di usus besar dan di usus halus. Cacing dalam tubuh akn merampas zat makanan, penyakit cacingan sangat sulit untuk dideteksi, orang-orang terkena penyakit ini paling banyakpada kalangan anak-anak namun tidak mustahuil pula apabila anak dewasa terkena penyakit ini, karena penyakit ini dapat ditimbulkan dari kebiasaan yang kurang baik dalam kesehariannya.

Secara umum penyakit cacingan dapat ditandai dengan perut buncit, menimbulkan rasa lemah dan tidak bergairah pada anak ketika sedang melakukan rutinitas kesehariannya.

Jenis-jenis cacing

Ada tiga jenis cacing yang paling umum menyebabkan penyakit cacingan, yaitu :

Cacing Tambang

Cacing tambang atau helminths dalam bentuk larva dan dewasa dapat hidup dalam usus halus manusia dan dapat menjangkiti binatang peliharaan, termasuk anak kucing dan anjing. Umumnya seseorang bisa terinfeksi cacing tambang dapat dikarena interaksi dengan tanah hangat dan lembap yang di dalamnya terdapat telur atau cacing tambang. Anak-anak merupakan golongan yang paling berisiko karena kecenderungan bermain dan berlarian di atas tanah yang terkontaminasi.

Cacing tambang dewasa dengan panjang  sekitar 5-13 milimeter dapat menembus kulit yang tidak beralas kaki  kemudian masuk ke sirkulasi darah dan ikut terbawa ke dalam paru-paru dan tenggorokan, jika tertelan, maka cacing akan memasuki usus.

Sebagian besar infeksi cacing tambang tidak menimbulkan gejala. Namun, sebagian lagi akan merasakan gatal dan ruam di sekitar area kulit tempat larva masuk. Terkadang diikuti dengan batuk dan napas yang berbunyi karena larva memasuki paru-paru. Infeksi cacing tambang yang berat dapat menyebabkan diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan dan berat badan, kelelahan dan kehilangan darah  yang mengarah pada anemia akibat kekurangan zat besi dan kehilangan protein. Pada anak-anak, hal ini dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan  dan perkembangan mental.

Diagnosa infeksi cacing tambang adalah dengan meneliti keberadaan telur cacing melalui pemeriksaan tinja dengan menggunakan mikroskop. Untuk menentukan seberapa parah infeksi yang terjadi, perlu dilakukan penghitungan telur yang ada.Pengobatan infeksi cacing tambang dengan menggunakan obat anti cacing atau antihelmintik, harus melalui konsultasi dan di bawah pengawasan dokter. Jika sudah menyebabkan anemia, obat tersebut perlu diberikan bersama suplemen zat besi.

Cacing Kremi

Cacing kremi berwarna putih dan halus, dengan panjang sekitar 5-13 milimeter. Infeksi cacing kremi paling banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah, terutama karena telur cacing ini sangat mudah menyebar. Infeksi cacing kremi umumnya disebabkan dari menelan atau menghirup telur cacing kremi yang sangat kecil dan bisa dari dalam makanan, minuman atau jari yang terkontaminasi, telur kemudian akan memasuki usus dan berkembang dalam beberapa minggu.

Perpindahan telur cacing dapat terjadi ketika seseorang mengalami gatal pada bagian anus dan kemudian menggaruknya. Hal itu menyebabkan telur cacing berpindah ke jari yang kemudian menyentuh berbagai permukaan benda ataupun orang lain. Gejala yang kemungkinan dirasakan saat seseorang terinfeksi cacing kremi adalah rasa gatal di bagian anus atau vagina. Rasa gatal disebabkan cacing kremi betina akan bertelur pada lipatan kulit di sekitar anus. Selain itu, gejala infeksi cacing kremi juga dapat menyebabkan kesulitan tidur, tidak nyaman, gelisah dan seringkali mengalami sakit perut atau mual. Namun,bagi sebagian orang, infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala khusus.

Untuk mengatasi infeksi cacing kremi, dokter kemungkinan akan memberikan obat tidak hanya untuk penderita, namun pada seluruh anggota keluarga untuk mencegah infeksi dan infeksi berulang. Sebagian orang merasakan efek samping ringan pada saluran pencernaan  selama pengobatan. Obat yang biasa diresepkan adalah mebendazole dan albendazole.

Cacing Pita

Cacing pita atau Cestodes, dapat dikenali dari bentuknya yang tampak seperti pita yaitu pipih dengan ruas-ruas pada seluruh tubuhnya. Panjang cacing pita dewasa dapat mencapai 4,5 hingga 9 meter.Cacing pita memasuki tubuh manusia ketika tangan yang bersentuhan dengan tinja yang mengandung telur cacing berdekatan  dengan mulut ataupun makan makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Selain itu, daging babi, sapi ataupun ikan yang mentah juga diketahui dapat menyebabkan masuknya cacing pita pada tubuh manusia. Cacing tersebut kemudian dapat hidup dalam usus.

Gejala infeksi cacing pita antara lain sakit perut dan terkadang diikuti dengan muntah dan diare. Namun, bisa saja infeksi cacing pita tidak menimbulkan gejala atau disalahartikan sebagai penyakit lain.

Untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang menderita infeksi akibat cacing pita yaitu dengan pemeriksaan tinja. Biasanya cacing pita akan tampak seperti biji beras ataupun lebih panjang. Untuk memastikannya, bisa langsung konsultasi dengan dokter Anda dan jika Anda terinfeksi, maka perlu dilakukan pengobatan oleh dokter.

Sebagian besar infeksi cacing pita dapat dengan mudah diobati, namun sebagian lagi dapat menyebabkan komplikasi serius.

Penyebab terkenanya penyakit cacingan

  1. Lingkungan Yang Kotor yang di sebabkan oleh Kurang Memelihara Kebersihan
    Saat ini anak-anak sangat sulit dalam menjaga kebersihannya, banyak anak-anak yang merasa cuek dengan kebersihannya. Seperti setelah bermain tanah anak tidak cuci tangan dan dia memasukkan makanan menggunakan tangannya ke dalam mulut. Hal inilah yang menjadi penyebab utama mengapa anak-anak terkena cacingan.
  2. Tidak Memakai Alas Kaki
    Kebiasaan anak tidak memakai alas kaki juga dapat menyebabkan anak terkena cacingan. Cacing jenis gelang bisa menembus permukaan kulit dan pori-pori manusia. Cacing itu bisa bertelur dan kemudian menimbulkan cacingan. Oleh sebab itu biasakan kepada anak-anak anda untuk selalu memakai alas kaki saat memijak tanah. Tanah adalah sumber kuman dan tempat tinggal cacing penyebab cacingan.
  3. BAB Di Sembarang Tempat
    Sebaiknya anak jangan dibiasakan untuk membuang air besar di sembarang tempat, hal itu dikarenakan jika BAB di sembarang tempat anak rentan untuk terkena cacingan. Alasannya adalah penderita cacingan saat mengeluarkan tinja cacing itu akan ikut keluar, saat tinja mengering maka cacing itu akan hidup dan berkeliaran kembali. Alasan itulah yang tidak boleh membiarkan anak untuk BAB secara sembarangan.
  4. Makanan
    Cacingan juga bisa disebabkan oleh makanan yang tercemar oleh larva cacing. Larva itu saat berada di dalam usus kemudian bertelur dan kemudian berkembang biak. Hal itulah yang menyebabkan anak menjadi penyebab cacingan.
  5. Minuman
    Siapa sangka jika meminum air mentah secara terus menerus dapat menyebabkan telur cacing tumbuh dalam perut. Minum air mentah merupakan salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari, teruatama untuk anak-anak yang belum mengerti bahaya minum air mentah. Sebab air yang masih mentah terdapat bakteri jahat yang dapat menumbuhkan telur cacing bersarang dan menyebabkan cacingan pada anak. Oleh karena itu biasakan pada anak untuk meminum air matang agar tidak ada kuman yang bersarang di dalam perut.

Gejala penyakit cacingan

Gejala yang akan dirasakan oleh seseorang jika dirinya terken apenyakit cacingan, yaitu:

  1. Disentri, gejala ni adalah tanda awal seseorang terkena penyakit cacingan.
  2. Mengalami diare
  3. Sakit perut
  4. hati menjadi bengkak
  5. tinggi suhu badan meningkat
  6. Lemas
  7. pangkreas membengkak
  8. Wajah terlihat pucat
  9. Merasa gatal pada dubut
  10. ditemukannya cacing pada  fases ketoka seseorang biang air besar
  11. tidak nafsu makan, tidak bersemangat, kembung, muntah-muntah, mual
  12. Penngalami penurunan berat badan.

Ciri-ciri bagi orang yang terkena cacingan

  1. Perut buncit
  2. Sakit perut
  3. Badan terlihat ceking atau kurus
  4. Kulit terlihat pucat
  5. Mengalami batuk
  6. Sering sakit
  7. Daya tahan tubuh rendah

Cara pencegahan dan pengobatan cacingan

Cara pencegahan cacingan

Ada banyak cara yang dapat dilakukan dalm proses pencegahan cacingan diantaranya yaitu dengan cara: Tetap menjaga kebersihan, Bermainlah di tempat yang bersih, apabila keluar atau melakukan aktifitas bermain harus memakai alas kaki, seringlah membersihkan kuku dengan cara mengunting kuku,

Cara pengobatan cacingan

Pengobatan yang  dilakukan dan diberikan kepada anak atau orang dewasa yang terkena cacing bisa dengan cara menggunakan ramuan tradisional yang berbahan dasar biji pepaya kering yang telah ditumbuk kemudian diseduh dengan air hangat, bisa dengan cara meminum air rebusan dari kulit mangga,mengkonsumsi jus wortel atau air garam, atau dengan mengunyah bawang putih.

Sekian informasi tentang penyakit cacingan semoga bermanfaat dan dapat menjadi sumber referensi pengobatan bagi penderita cacingan.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *