Penyebab Seseorang Terkena Malnutrisi

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Malnutrisi adalah kondisi medis serius pada seseorang akibat tidak mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.  Atau dengan kata lain mengalami gizi buruk. Seseorang bisa megalami kekurangan gizi meski sudah mengonsumsi banyak makanan. hal ini diKarena makanan yang dikonsumsi tidak mengandung mikronutrien (vitamin dan mineral) yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Malnutrisi juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tubuh yang tidak dapat menyerap nutrisi, masalah pada kesehatan mental, dan  kecanduan narkotika dan alkohol. Malnutrisi membuat orang sulit tumbuh besar, susah melakukan pekerjaan fisik, kemampuan belajar kurang, dan mudah terserang penyakit.

Saat ini malnutrisi menjadi masalah yang penting terutamanya negara-negara mundur yang ekonomi dan pendidikan lemah di dunia. Negara-negara yang orang-orang nya banyak mengalami malnutrisi seperti  negara Somalia, Senegal, dan Uganda di benua Afrika serta Bangladesh, Selatan India dan Pakistan di benua Asia.  Menurut suatu kajian menjelaskan bahawa malnutrisi merupakan Penyakit yang dapat menyebabkan kematian.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh malnutrisi

Malnutrisi dapat menimbulkan atau menyebabkan penyakit yang berbahaya, berikut adalh penyaki-penyakit yang timbul ketika seseorang terkena malnutrisi:

Penyakit Kwashiorkor

Penyakit ini terjadi karena tidak cukupnya asupan protein dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh. Protein sangat diperlukan untuk memperbaiki sel, membuat sel baru, serta penting untuk pertumbuhan selama masa kanak-kanak dan kehamilan. Penyakit malnutrisi ini paling umum menimpa anak-anak dan terjadi di negara-negara berkembang.

Penyebab terjadinya Kwashiorkor yang utama, adalah kebiasaan makan makanan yang sangat sedikit mengandung protein (terutama hewani), kebiasaan mengkonsumsi makanan berpati terus menerus, dan kebiasaan makan sayuran yang tinggi karohidrat. Sedangkan penyebab lain misalkan adanya pemberian makanan yang buruk yang mungkin diberikan dengan alasan miskin, kurang pengetahuan, dan adanya pendapat yang salah tentang makanan. Adanya infeksi misalnya Diare akan mengganggu penyarapan makanan, infeksi pernafasan (TBC dan batuk rejan) yang menambah kebutuhan tubuh akan protein dan dapat mempengaruhi nafsu makan, dan kekurangan ASI.

Selain disebabkan dari kekurangan protein, penyakit ini juga disebabkan karena kekurangan vitamin dan mineral. Penderita lebih rentan terkena berbagai penyakit yang disebabkan karena infeksi, bahkan setelah mendapatkan vaksin tertentu. Penyakit ini dapat menyerang bayi dikarenakan saat kehamilan ibunya kurang mengkonsumsi makan-makanan yang mengandung asam folat dan kalsium.

Adapun gejala yang disebabkan oleh penyakit kwashiorkor antara lain :

  • Merasa kelelahan
  • Warna kulit dan rambut berubah menjadi oranye kemerah-merahan, kuning, atau putih
  • Sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan
  • Hilangnya massa otot
  • Adanya pembengkakan di bawah kulit (edema)
  • Mudah marah dan susah menambah berat badan dan tinggi
  • Perut buncit, dan timbul kulit beruam
  • Adanya edema pada bagian kaki
  • Terjadi pembesaran pada organ hati
  • Gigi rontok, dan Pigmen kulit berubah
  • Terserang oleh berbagai penyakit kulit lainya.

Adapun hal yang musti dilakukan, untuk pencegahan dan penanganan agar tidak terkena penyakit ini yaitu dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung protein seperti daging, susu, keju, ikan, telur, kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Penyakit Marasmus

Marasmus dapat disebabkan oleh kekurangan hampir semua nutrisi dan sumber tenaga, terutama protein, karbohidrat, dan lipid (zat kemak). Penyakit ini dapat menimpa anak-anak, bayi berumur dibawah satu tahun dan orang dewasa. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati, sebab jenis penyakit ini akan membuat tubuh menjadi lebih kurus, berat badan yang sering berkurang dan tidak bisa beraktifitas dengan normal.

Penyakit ini banyak ditemukan di kawasan negara Afrika dan negara-negara yang masih menghadapi konflik pemicu kelaparan. Ciri-ciri seseorang yang terkena marasmus antara lain :

  • Memilki tubuh kurus dan kering, hanya tinggal kulit dan tulang yang menonjol
  • Tulang iga dan bahu menonjol
  • Kulit lengan atas, paha, dan bokong kendur, wajah seperti orang yang sudah tua.Selain itu ada ciri-ciri yang lainnya seperti: Kulit menjadi kering dan bersisik, Kulit menjadi lebih kendur, Otot lebih lemah, Tidak ada jaringan di bagian pantat dan paha, Anak-anak rewel dan mudah marah,Edema kulit.

Berikut adalah sejumlah makanan yang mampu mengatasi masalah kekurangan protein bagi ibu hamil agar anak-anak nya tidak terkena penyakit yang membahayakan ini, yaitu ndengan cara rutin mengkonsumsibuah pisang,mangga, dan jagung bagi ibu hamil.

Penyakit Beri-beri

Tumbuhnya penyakit beri-beri dapat disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1 (thiamine).Penyakit ini akan menyerang saraf dan bisa menyebabkan berbagai penyakit komplikasi. Slain itu penyakit ini juga akan menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dan tidak bisa melakukan berbagai kegiatan. Perawatan yang musti dilakukan yakni dengan cara menambahkan nutrisi yang mengandung vitamim B1 atau thiamin.

Terdapat dua jenis penyakit beri-beri, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering, berikuadalah penjelasan lebih lanjutnya :

Beri-beri basah

Jenis peyakit beri-beri yang pertama ini akan sangat memengaruhi pada sistem kardiovaskular pada jantung dan pembuluh darah. Ciri-ciri dari beri-beri basah di antaranya bangun tidur di malam hari dengan sesak napas, denyut jantung meningkat, sesak napas saat beraktivitas, dan kaki bagian bawah bengkak.

Beri-beri kering

Jenis beri-beri ini memengaruhi sistem saraf. Tanda -tandanya adalah susah berjalan, kaki dan tangan mati rasa atau kesemutan, fungsi otot kaki bagian bawah menurun, nyeri, kesulitan bicara, muntah, dan mata bergerak-gerak terus (nistagmus).

Vitamin B1 terlibat dalam fungsi sistem saraf dan otot, aliran elektrolit menuju ke dalam dan keluar sel-sel saraf dan otot, pencernaan, dan metabolisme karbohidrat. Agar tidak terserang beri-beri, konsumsilah makanan kaya vitamin B1 seperti susu, biji-bijian, gandum, jeruk, daging babi, daging sapi, ragi, kacang-kacangan, beras, dan sereal dari biji-bijian utuh.

Bagikan kepada kawan dan kerabat...
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *